Berbahagialah orang-orang beriman yaitu orang-orang yang percaya dengan petunjuk Tuhannya.

Hidup di dalam kebenaran.

Berusaha mencari ilmu pengetahuan untuk mengenal Tuhan dan mengenal petunjuk-Nya.

Yang tidak ragu dengan petunjuk.

Surah Al-Baqarah: Ayat 2

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ  فِيهِ  هُدًى لِلْمُتَّقِينَ [البقرة: 2]

Yaitu kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa

Berbahagialah orang-orang bertaqwa.

Yang hidup dengan kesadaran bahwa nilai disisi Tuhan lebih besar dari nilai disisi manusia.

Melakukan setiap hal sesuai petunjuk Tuhan.

Surah Al-An’am: Ayat 155

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ [الأنعام:

Dan ini adalah Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Ikutilah, dan bertakwalah agar kamu mendapat rahmat,

Setiap insan berhak untuk merasa bahagia di sisi Tuhan karena penilaian Tuhan tidak memandang status, keturunan, atau nilai-nilai fisik lainnya.

Dengan berusaha memahami hidayah, setiap insan akan mampu mengatasi ujian di masa depan.

Mengetahui bahwa hidup ini adalah ujian untuk melihat siapa yang terbaik amalannya dan siapa yang berusaha untuk memperbaiki diri.

Surah Yunus: Ayat 57-58

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ [يونس: 57]

Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ [يونس: 58]

Katakanlah (Muhammad), "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.

Mari sama-sama kita renungkan pesan yang penting di dalam Surat Yunus: Ayat 57-58.

Suatu seruan untuk bergembira dengan kurniaan Allah dengan petunjuk Al-Quran. Antara fungsi-fungsi Al-Qur’an di dalam ayat ini:

  1. Al-Qur’an sebagai sumber peringatan;
  2. Al-Qur’an sebagai syifa (penyembuh) bagi setiap konflik di dalam diri dan dari sifat-sifat kejahatan;
  3. Al-Qur’an sebagai petunjuk;
  4. Al-Qur’an sebagai Rahmat.

Seterusnya, Allah menyeru kita di dalam Surat Yunus ayat 58 untuk kita bergembira dengan karenia ini karena Allah nyatakan hal ini ebih baik daripada segala yang kita kumpulkan.

Nikmat hidayah ini melampaui segala hal yang kita kumpulkan seperti mengumpulkan harta benda, anak-cucu, perhiasan, tanaman, kendaraan serta segala yang menjadi kecintaan kita.

MashaAllah.

Maka, disisi Tuhan, syarat untuk bahagia itu bukan ukuran fisik serta material.

Namun bahagia berkaitan dengan hubungan setiap insan dengan hidayah.

Itulah bahagia yang sebenarnya disisi Tuhan.

Jadi dengan segala nikmat yang dikurniakan bisa membawa individu mengenal Tuhan, mengenal petunjuk dan membangun agama.

Untuk itu marilah kita kejar bahagia disisi Tuhan.

Berbahagialah. Insan yang hidup dengan penuh syukur. 

Yang melalui kehidupan dengan kesadaran serta rasa syukur atas setiap nikmat, memahami bahwa setiap nikmat itu perlu digunakan di jalan kebenaran.

Menggunakan segala nikmat yang dikaruniakan Allah untuk memberi manfaat kepada orang lain.

Sungguh indah kehidupan yang dilalui dengan lensa syukur.

Mari mulai saat ini menghitung segala nikmat karunia Allah.

Ucapkan syukur yang tak terhingga atas semua anugerah mulai dari kenikmatan berbentuk fisik, intelektual, emosi dan spiritual.

Jika kita sibuk menghitung nikmat, niscaya kita akan selalu merasa cukup.

Allah menyeru kita untuk bersyukur di dalam Surah Ibrahim: Ayat 7

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ  وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ [إبراهيم: 7]

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Berbahagialah

Orang yang mempunyai prinsip di dalam kehidupan, tidak goyah dengan ilusi pertandingan yang berlandaskankan hawa nafsu. Dia selalu berkata dan berlaku jujur. Bisa membedakan dengan jelas mana kebenaran dan kebathilan disisi Allah. Yang tidak gentar berbeda kerana mempunyai prinsip yang jelas. Tidak mudah mengikut arus trend atau propaganda. Yang berpikir dengan matang sebelum membuat keputusan. Yang menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk untuk setiap pertimbangan. Yang berusaha untuk mengikuti seruan Tuhan-Nya dan bukan yang lainnya.

Berbahagialah orang yang tenang dibaik kekalutan.

Orang yang tenang akan menang.

Tenang dengan kebenaran disisi Tuhan-Nya.

Yang jelas sumber kebahagiaannya.

Berbahagialah orang yang berlomba-lomba melakukan kebaikan karena disisi Tuhan setiap amal soleh itu ada nilainya. Walau hanya sebesar zarah.

Berbahagialah mereka yang berusaha untuk memberi yang terbaik dalam berusaha bermanfaat bagi orang lain.

Berbahagialah mereka yang jelas tujuan hidupnya sebagai ciptaan Allah di muka bumi.

Bukan sekadar mengejar sesuatu ilusi. Namun mengetahui dengan jelas setiap peranan yang diberikan perlu dimanfaatkan di jalan Tuhan.

Berbahagialah mereka yang berusaha untuk terus mencari ilmu.

Hanya dengan ilmu yang benar, manusia tidak akan tertipu.

Mampu menilai yang mana kaca, yang mana mutiara.

Bahagia itu hak milik setiap individu jika ia mengenal siapa Tuhannya dan memahami hidayah yang diturunkan.

Wahai diri dan pembaca yang terkasih,

Ingatlah bahagia itu bermula dengan apa yang ada di dalam diri dan bukan berasal dari luar diri.

Maka mulailah memilih untuk bahagia dengan tenang melalui kehidupan yang mengikuti petunjuk Tuhan.

 

Artikel diterjemahkan oleh: Yosi Oktarina

Artikel asal oleh: Syafiqah Binti Abdul Razak